Liga 1: Gol Sah Malah Dianulir, Persik Kediri Soroti Kinerja Wasit
INDOSPORT.COM - Persik Kediri memang gagal total mewujudkan target ketika dikalahkan PSS Sleman dengan skor 0-2 dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2022-2023 di Stadion Brawijaya, Selasa (23/8/22).
Namun, masih ada hal yang mengganjal dirasakan Persik. Apa lagi kalau bukan gol Rohit Chand yang dianulir oleh wasit pada menit ke-76.
Steven Yubel Poli melihat gelandang impor asal Nepal itu berada dalam posisi offside, sedangkan menurut Persik Kediri seharusnya disahkan.
"Saya mendapatkan laporan bahwa (gol Rohit Chand) sebenarnya tidak offside. Saya memang tak melihatnya. Tetapi hakim garis seharusnya bisa melihat," ujar asisten pelatih Persik, Jan Saragih.
Masalahnya, gol Rohit Chand terjadi ketika semangat pemain Persik sedang tinggi-tingginya mengejar ketertinggalan usai lesakan Irkham Zahrul Mila sejak menit ke-44.
Namun, dianulirnya gol Rohit ikut meruntuhkan semangat juang Arthur Silva dkk untuk mencapai target mengamankan poin di laga kandang.
Hingga kemudian PSS Sleman membenamkan Persik Kediri di hadapan publik sendiri melalui gol Kim Jeffrey Kurniawan pada menit ke-86.
Terlebih, gol Rohit Chand yang dianulir itu berperan sangat krusial ketika tim sedang mengejar ketertinggalan gol. Jika disahkan, besar kemungkinan hasil akhir bakal berbeda.
"Ketika situasi menjadi imbang 1-1, tentu game different (pertandingan menjadi berbeda)," ungkap pelatih yang sementara menggantikan Javier Roca itu.
1. Sangat Ironis
Sehubungan dengan itu, pihak Persik Kediri lantas menuntut adanya perbaikan wasit yang bertugas di Liga 1. Pasalnya, mereka merasa sangat dirugikan dengan situasi tersebut.
"Ayo lah komite (wasit) yang bertugas untuk saling mendukung, berbenah juga," imbuh eks asisten pelatih Persija Jakarta itu menambahkan.
Sebuah ironi bagi sepak bola Indonesia lantaran dia tahu betul betapa semangat anak asuhnya begitu tinggi untuk meraih hasil terbaik.
"Karena kita sudah latihan dengan maksimal, bermain maksimal, tapi kalau diputuskan (gol dianulir meski sah), tentu itu tidak bagus," pungkas Jan Saragih.
Di sisi lain, kekalahan 0-2 saat menjamu PSS Sleman menjadi yang kedua kali dialami Persik Kediri pada laga home, selepas ditaklukkan Borneo FC, Jumat (12/8/22).
2. Wacana Teknologi VAR
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, belakangan menyoroti kinerja wasit di kancah Liga 1 Indonesia 2022-2023. Lagi- lagi sang pengadil lapangan hijau tersudut.
Diketahui, kinerja wasit di kancah Liga 1 memang seringkali menjadi sorotan. Keputusan mereka dinilai merugikan salah satu, atau bahkan dua klub yang bertanding.
Kritikan kali ini kembali datang dari pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares. Dia tidak menilai wasit di Indonesia itu buruk, memang cuma kerap melakukan kesalahan.
"Saya tidak bilang wasit Indonesia itu buruk. Wasit memang terkadang membuat kesalahan dan itu wajar, tapi kalau kesalahannya banyak dan berulang-ulang, ya tidak bagus juga," kata Bernardo Tavares.
Terkait permasalahan ini, Bernardo Tavares menilai penggunaan Video Assistant Referee (VAR) sudah sangat dibutuhkan di kancah sepak bola Indonesia.